MODUL AJAR BAB 3 : MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER SUB BAB 3 : MENGIDENTIFIKASI FAKTA DAN OPINI DALAM ARTIKEL ILMIAH POPULER
MODUL AJAR
BAB 3 : MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER
SUB BAB 3 : MENGIDENTIFIKASI FAKTA DAN OPINI DALAM
ARTIKEL ILMIAH POPULER
|
INFORMASI UMUM |
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun :
Satuan Pendidikan : SMP/MTs
Kelas / Kelas : VIII (Delapan) - D
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Prediksi Alokasi Waktu : 2 JP
(40 x2)
Tahun Penyusunan : 2025/2026
II. KOMPETENSI AWAL
Guru mengingatkan peserta didik
pada pelajaran sebelumnya mengenai ciri-ciri artikel ilmiah populer. Guru
menjelaskan salah satu ciri yang ada di dalamnya, yaitu adanya pendapat
penulis.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
|
Dimensi |
Deskripsi |
|
1.
Mandiri |
Mampu
melakukan analisis mandiri terhadap fakta dan opini dalam artikel ilmiah
populer. |
|
2. Gotong Royong |
Bekerjasama dalam diskusi kelompok untuk membedakan antara
fakta dan opini. |
|
3.
Kritis |
Mampu
berpikir kritis dalam menilai keakuratan fakta dan validitas opini. |
IV. SARANA DAN PRASARANA
·
KBBI cetak atau KBBI daring yang dapat diakses
di http://kbbi.kemdikbud.go.id
·
Contoh-contoh artikel ilmiah populer.
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada
kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model
pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL)
terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning
(SEL).
|
KOMPONEN INTI |
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat
mengidentifikasi dan memberi contoh fakta dan opini dalam artikel ilmiah
populer.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Sebuah
artikel ilmiah populer mengandung fakta dan opini. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, fakta adalah hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan
atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi, sedangkan opini diartikan
sebagai pendapat, pikiran, atau pendirian. Fakta bersifat objektif, sedangkan
opini bersifat subjektif.
III. PERTANYAAN PEMANTIK
1.
Pernahkah
kalian membaca artikel ilmiah populer?
2.
Dimana
bisa kalian dapatkan bacaannya?
3.
Tahukah
kalian apa itu fakta dan opini?
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan
Pendahuluan (10 Menit)
- Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran
2.
Ice breaking di video https://youtube.com/shorts/QEF9BGTtnXw?si=BAcvxeR3z34KHyYQ
- Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila
4.
Guru melakukan
apersepsi dan memberikan pertanyaan pemantik pada peserta didik
“Pernahkah kalian membaca artikel ilmiah populer?”
“Dimana bisa kalian dapatkan bacaannya?”
“Tahukah kalian apa itu fakta dan opini?”
Kegiatan
Inti (60 Menit)
- Guru menjelaskan materi tentang pengertian fakta dan
opini kepada peserta didik (https://oksiapbelajarhariini.blogspot.com/2025/10/fakta-dan-opini.html)
6.
Guru membagi
kelompok
- Guru meminta peserta Didik mencermati fakta dan opini
yang ada dalam artikel “Interaksi Peserta Didik Difabel di Sekolah
Inklusi”
8.
Guru menjelaskan
petunjuk LKPD 1
- Guru membagikan
dan meminta peserta didik mengisi tabel fakta dan opini (LKPD 1)
- Siswa mempresentasikan hasil jawabannya dan dibahas
bersama
Kegiatan
Penutup (10 Menit)
11.
Siswa
dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
12.
Refleksi
pencapaian siswa
13.
Menginformasikan
kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
14.
Guru
mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
V. ASESMEN
Kegiatan refleksi pada subbab
ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas metode pembelajaran yang
diterapkan. Refleksi dapat dilakukan berdasarkan hasil di tabel penilaian.
Rubrik Refleksi
|
No. |
Nama
Peserta Didik |
Peserta
Didik Dapat Menjelaskan Perbedaan Fakta dan Opini |
Peserta
Didik Dapat Menunjukkan Fakta dan Opini dalam Teks dengan Benar |
||
|
Sudah
Dapat |
Perlu
Dipandu |
Sudah
Dapat |
Perlu
Dipandu |
||
|
1 |
|
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
RUBRIK PENILAIAN KELOMPOK
|
No. |
Nama siswa |
Aspek Pengamatan |
Jumlah Skor |
Ket. |
|
||
|
1. kerja sama |
2. presentasi |
3. penguasaan materi |
|||||
|
1. |
|
||||||
|
2. |
|
||||||
|
3. |
|
||||||
|
4. |
|
||||||
|
5. |
|
||||||
|
6. |
|
|
|
|
|
|
|
|
7. |
|
|
|
|
|
|
|
|
Kriteria |
Cukup Baik (1-10) |
Baik (1-10) |
Sangat Baik (1-10) |
|
Kerja Sama dalam Kelompok |
Anggota kelompok bekerja sama dengan cukup baik.
Pembagian tugas cukup jelas. |
Anggota kelompok bekerja sama dengan baik. Pembagian
tugas jelas dan terorganisir. |
Anggota kelompok bekerja sama dengan sangat baik.
Pembagian tugas sangat jelas dan terorganisir dengan baik. |
|
Presentasi di
Depan Kelas |
Presentasi cukup terorganisir dan
cukup menarik. Penggunaan bahasa dan intonasi cukup baik. |
Presentasi terorganisir dengan
baik dan menarik. Penggunaan bahasa dan intonasi baik. |
Presentasi sangat terorganisir,
sangat menarik, dan menggunakan bahasa dan intonasi secara sempurna. |
|
Penguasaan Materi |
Anggota kelompok cukup menguasai materi yang
dipresentasikan. |
Anggota kelompok menguasai materi yang
dipresentasikan dengan baik. |
Anggota kelompok menguasai materi yang
dipresentasikan dengan sangat baik. |
|
Cara Menghitung
Skor: Skor akhir =
(Skor total / 30) x 100 |
|||
RUBRIK PENILAIAN OBSERVASI SISWA
|
No. |
Nama siswa |
Aspek Pengamatan |
Jumlah Skor |
Ket. |
|
||
|
1. mandiri |
2. kreatif |
3. gotong royong |
|||||
|
1. |
|
||||||
|
2. |
|
||||||
|
3. |
|
||||||
|
4. |
|
||||||
|
5. |
|
||||||
|
6. |
|
|
|
|
|
|
|
|
7. |
|
|
|
|
|
|
|
Rubrik Skor Observasi Siswa
|
Aspek |
Kriteria |
Skor |
|
Mandiri |
- Sangat Mandiri: Siswa selalu menyelesaikan tugas
tanpa bantuan. |
4 |
|
- Mandiri: Siswa sering menyelesaikan tugas dengan sedikit bantuan. |
3 |
|
|
- Kurang Mandiri: Siswa membutuhkan bantuan untuk
menyelesaikan tugas. |
2 |
|
|
- Tidak Mandiri: Siswa tidak dapat menyelesaikan tugas tanpa bantuan. |
1 |
|
|
Kreatif |
- Sangat Kreatif: Siswa menunjukkan ide-ide inovatif
dan orisinalitas yang luar biasa. |
4 |
|
- Kreatif: Siswa sering memberikan ide-ide baru dan menarik. |
3 |
|
|
- Kurang Kreatif: Siswa jarang memberikan ide-ide
baru dan cenderung mengikuti. |
2 |
|
|
- Tidak Kreatif: Siswa tidak menunjukkan kreativitas dalam menyelesaikan
tugas. |
1 |
|
|
Gotong Royong |
- Sangat Baik: Siswa selalu berkontribusi dalam
kerja sama dan membantu teman. |
4 |
|
- Baik: Siswa sering berkontribusi dan membantu dalam kelompok. |
3 |
|
|
- Kurang Baik: Siswa terkadang berkontribusi tetapi
kurang aktif dalam kerja sama. |
2 |
|
|
- Tidak Baik: Siswa tidak berkontribusi dalam kerja sama dan cenderung
egois. |
1 |
Skor maksimal 12.
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Guru dapat meminta
peserta didik berlatih mengidentifikasi fakta dan opini dengan membaca beragam
artikel ilmiah populer.
VII. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Guru memperhatikan aktivitas
peserta didik dalam kegiatan diskusi dan memperhatikan hasil diskusi
mereka.
|
LAMPIRAN- LAMPIRAN |
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD 1)
Interaksi Peserta Didik Difabel di Sekolah Inklusi
Membicarakan interaksi peserta didik difabel di sekolah
inklusi merupakan sesuatu yang menarik. Peserta didik difabel adalah peserta
didik yang mengalami keterbatasan, baik dari segi fisik maupun mental. Dikutip
dari laman halodoc.com, difabel adalah bentuk halus untuk menggambarkan kondisi
seseorang yang mengalami disabilitas atau keterbatasan, baik dari segi fisik,
mental, maupun intelektual. Mereka disebut difabel karena mempunyai kemampuan
yang berbeda dibanding anak-anak lainnya. Jadi, sekolah inklusi memberikan
layanan khusus terhadap peserta didik difabel dalam berinteraksi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo (2010:
xv), interaksi terhadap peserta didik difabel dapat dilakukan dengan interaksi
simbolik atau interaksi yang menggunakan simbol-simbol, seperti puzzle, gambar,
dan simbol-simbol pendukung lainnya. Peserta didik difabel sudah selayaknya
mendapat layanan khusus saat berinteraksi di sekolah inklusi. Layanan ini
seharusnya tidak hanya datang dari guru pendamping, tetapi juga dari semua
pihak yang ada di sekolah. Jika sewaktu-waktu peserta didik difabel keluar dari
sekolah dengan alasan apa pun, masyarakat diharapkan memperlakukan mereka
dengan baik.
Berikut disajikan beberapa kalimat dari artikel “Interaksi
Peserta Didik Difabel di Sekolah Inklusi”. Kelompokkan kalimat yang merupakan
fakta dan kalimat yang merupakan opini dengan memberikan tanda centang!
|
Kalimat |
Fakta |
Opini |
|
Peserta
didik yang mengalami keterbatasan, baik dari segi fisik maupun mental,
disebut peserta didik difabel. |
|
|
|
Dikutip
dari laman halodoc.com, difabel adalah bentuk halus untuk menggambarkan
kondisi seseorang yang mengalami disabilitas atau keterbatasan, baik dari
segi fisik, mental, maupun intelektual. |
|
|
|
Peserta
didik difabel sudah selayaknya mendapat layanan khusus saat berinteraksi di
sekolah inklusi. |
|
|
|
Jadi,
sekolah inklusi memberikan layanan khusus terhadap peserta didik difabel
dalam berinteraksi. |
|
|
|
Berdasarkan
penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo (2010: xv), interaksi terhadap
peserta didik difabel dapat dilakukan dengan interaksi simbolik atau
interaksi yang menggunakan simbol-simbol, seperti puzzle, gambar, dan
simbolsimbol pendukung lainnya. |
|
|
|
Layanan
ini seharusnya tidak hanya datang dari guru pendamping, tetapi juga dari
semua pihak yang ada di sekolah. |
|
|
|
Jika
sewaktu-waktu peserta didik difabel keluar dari sekolah dengan alasan apa
pun, masyarakat diharapkan memperlakukan mereka dengan baik. |
|
|
Skor dan
Kriteria Penilaian
|
Jumlah
Jawaban Benar |
Skor |
|
7 |
100 |
|
6 |
85 |
|
5 |
70 |
|
4 |
55 |
|
3 |
40 |
|
2 |
25 |
|
1 |
10 |
|
0 |
0 |
Penjelasan
Skor
Ø Setiap jawaban yang benar mendapatkan skor sesuai dengan
kriteria di atas.
Ø Total skor maksimum adalah 100 untuk 7 jawaban yang benar.
Ø Skor akan menurun seiring dengan jumlah jawaban yang salah.
LAMPIRAN 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
Materi:
Fakta dan Opini (https://oksiapbelajarhariini.blogspot.com/2025/10/fakta-dan-opini.html)
A.
Pengertian Fakta dan Opini Menurut Para Ahli
1.
Pengertian Fakta
Fakta adalah pernyataan
yang dapat dibuktikan kebenarannya melalui observasi atau data. Beberapa
pengertian fakta menurut para ahli adalah:
Ø Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Fakta adalah sesuatu yang
benar-benar ada atau terjadi, bukan rekayasa atau khayalan.
Ø Merriam-Webster:
Fakta adalah sesuatu yang memiliki eksistensi yang nyata; sesuatu yang dapat
dibuktikan.
Ø John
Stuart Mill: Fakta adalah informasi yang dapat
diverifikasi dan tidak terpengaruh oleh keyakinan atau opini individu.
2. Pengertian Opini
Opini
adalah pandangan atau pendapat pribadi seseorang yang bersifat subjektif.
Beberapa pengertian opini menurut para ahli adalah:
Ø Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Opini adalah pendapat atau
pandangan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu benar.
Ø Oxford
Dictionary: Opini adalah pandangan atau penilaian
seseorang tentang sesuatu, yang mungkin tidak didukung oleh fakta.
Ø Ralph
Waldo Emerson: Opini adalah apa yang kita percayai tanpa
adanya bukti yang pasti.
B. Cara Mengidentifikasi Fakta dan Opini di Dalam Teks
1.
Mencari Bukti
Identifikasi pernyataan
yang dapat diverifikasi dengan data atau informasi yang jelas. Fakta dapat
diuji kebenarannya, sementara opini tidak dapat dibuktikan secara objektif.
2.
Memperhatikan Bahasa
Fakta biasanya
menggunakan bahasa yang objektif dan jelas, sedangkan opini sering kali
mengandung kata-kata yang menunjukkan perasaan atau penilaian, seperti
"saya merasa," "menurut saya," atau "sebaiknya."
3.
Menggunakan Pertanyaan
Ajukan pertanyaan
kritis:
"Apakah pernyataan
ini dapat dibuktikan?"
Jika jawabannya ya,
maka itu adalah fakta. Jika tidak, kemungkinan itu adalah opini.
4.
Mengamati Konteks
Perhatikan konteks di
mana pernyataan dibuat. Pernyataan dalam konteks diskusi ilmiah atau akademis
lebih cenderung merupakan fakta, sedangkan pernyataan dalam konteks informal
atau diskusi pribadi sering kali merupakan opini.
LAMPIRAN 3
GLOSARIUM
analogi : membandingkan dua
hal yang mempunyai kesamaan bentuk dengan cara kiasan
antonim : kata-kata yang
maknanya berlawanan
data : kumpulan informasi
atau keterangan yang benar dan nyata
deskripsi : suatu keadaan secara
detail sehingga pembaca dapat melihat, membayangkan, dan merasakan apa yang
sedang dideskripsikan
diafan : puisi yang kata dan
maknanya mudah dipahami
editor : orang yang mengedit
naskah
eksposisi : uraian informasi
tentang sesuatu hal yang dapat menambah pengetahuan pembaca
fakta : hal (keadaan,
peristiwa) yang merupakan kenyataan atau yang benar-benar terjadi
fiksi : cerita rekaan atau
tidak berdasarkan kenyataan
ideologi : kumpulan gagasan,
ide, atau cara pandang yang memberikan arahan dan tujuan untuk kehidupan
ilmiah : bersifat ilmu
(mengandung ilmu pengetahuan)
ikon : simbol yang mewakili
suatu keadaan
imperatif : larangan atau
keharusan melaksanakan perbuatan
inklusi : kegiatan mengajar
peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah regular atau sekolah umum
intonasi : ketepatan pengucapan
dan irama kalimat
kuesioner : daftar pertanyaan
yang digunakan dalam sebuah survei
majas : cara melukiskan
sesuatu dengan menyamakannya dengan sesuatu yang lain
metafora : pemakaian kata atau
kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya
objektif : penilaian yang
berdasarkan logika dan tidak melibatkan perasaan.
observasi : pengamatan atau
peninjauan secara cermat
opini : pendapat, pikiran,
atau pendirian
persuasif : membujuk secara
halus untuk meyakinkan
populer : dikenal dan disukai
banyak orang dan mudah dipahami
prismatis : puisi yang kata-kata
dan maknanya cukup sulit dipahami
repetisi : gaya bahasa yang
menggunakan pengulangan kata untuk mendapatkan makna tertentu
roman : karangan prosa yang
melukiskan watak, hati, dan jiwa tokoh
simile : majas pertautan yang
membandingkan dua hal yang secara hakiki berbeda, tetapi dianggap memiliki
kesamaan dengan penanda kata (seperti, laksana, bagaikan, dan bak)
sinonim : kata-kata yang
maknanya sama atau mirip
subjektif : penilaian
berdasarkan perasaan suka dan tidak suka
LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Mark & Kathy Anderson. 2003. Text Type in
English 1. Australia: Macmillan Education Australia PTYLTD.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2008. Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Grasindo.
Keraf, Gorys. 2008. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta:
Gramedia.
Kosasih, E. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia SMA/MA/ SMK. Bandung: Yrama Widya.
Kosasih Engkos dan Yoce A. Darma. 2009. Menulis Karangan
Ilmiah. Jakarta: Nobel Edumedia.
Liliweri, Alo. 2013. Dasar-Dasar Komunikasi Periklanan. Bandung:
Citra Aditya.
Pradopo, Rahmat Djoko. 2000. Pengkajian Puisi. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Prasetyo, Joko Teguh. 2010. “Proses dan Pola Interaksi
Sosial Siswa Difabel dan Nondifabel di Sekolah Inklusi di Kota Surakarta”.
Skripsi di Universitas Sebelas Maret Surakarta: tidak diterbitkan.
Suharianto, S. 2005. Dasar-Dasar Teori Sastra. Widya
Duta Surakarta.
Tim Kemendikbud. 2016. “Gambaran Sekolah Inklusif di
Indonesia Tinjauan Sekolah Menengah Pertama”. publikasi.data.kemendikbud.go.id
Wellek, Rene & Austin Warren. 2009. Teori
Kesusasteraan. Jakarta: Gramedia.
Komentar