Langsung ke konten utama

materi meresensi karya fiksi kelas 8 semester 2


Meresensi Karya Fiksi

Resensi adalah suatu bentuk tulisan yang berisi ulasan, penilaian, atau evaluasi terhadap sebuah karya, yang bisa berupa buku, film, musik, atau karya seni lainnya. Tujuan dari resensi adalah untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai isi, keunggulan, dan kelemahan dari karya tersebut, sehingga pembaca dapat memutuskan apakah karya tersebut sesuai dengan minat mereka

Meresensi karya fiksi merupakan kegiatan yang bertujuan memberikan ulasan atau penilaian terhadap sebuah karya sastra, seperti novel, cerpen, atau drama. Resensi dapat membantu pembaca lain untuk mendapatkan gambaran mengenai isi dan kualitas dari karya tersebut. Dalam meresensi karya fiksi, terdapat beberapa unsur yang perlu diperhatikan, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Unsur Intrinsik Karya Fiksi

Unsur intrinsik adalah elemen-elemen yang membangun karya fiksi dari dalam. Berikut adalah unsur-unsur intrinsik yang umum ditemukan dalam karya fiksi:

  1. Tema: Ide pokok atau gagasan utama yang mendasari cerita.
  2. Tokoh dan Penokohan: Karakter yang ada dalam cerita serta cara penggambaran sifat dan peran mereka.
  3. Alur (Plot): Jalannya cerita dari awal, tengah, hingga akhir, yang dapat berbentuk alur maju, mundur, atau campuran.
  4. Latar (Setting): Waktu, tempat, dan suasana di mana cerita berlangsung.
  5. Sudut Pandang (Point of View): Posisi pengarang dalam menceritakan cerita, seperti sudut pandang orang pertama, kedua, atau ketiga.
  6. Gaya Bahasa: Cara penggunaan bahasa oleh pengarang untuk menyampaikan cerita, termasuk penggunaan majas dan diksi.
  7. Amanat: Pesan moral atau nilai yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita.

Unsur Ekstrinsik Karya Fiksi

Unsur ekstrinsik adalah elemen-elemen yang mempengaruhi karya fiksi dari luar. Berikut adalah unsur-unsur ekstrinsik yang sering dianalisis:

  1. Latar Belakang Pengarang: Informasi mengenai kehidupan, pengalaman, dan pandangan pengarang yang dapat mempengaruhi karyanya.
  2. Kondisi Sosial Budaya: Keadaan masyarakat dan budaya pada saat karya tersebut ditulis, yang dapat mempengaruhi tema dan karakter dalam cerita.
  3. Nilai-nilai Sosial: Norma atau nilai yang berlaku dalam masyarakat yang tercermin dalam karya fiksi.
  4. Situasi Politik dan Ekonomi: Keadaan politik dan ekonomi yang dapat mempengaruhi tema atau konflik dalam cerita.

Langkah-langkah Meresensi Karya Fiksi

  1. Membaca Karya Secara Menyeluruh: Memahami isi cerita dan unsur-unsur yang ada di dalamnya.
  2. Menganalisis Unsur Intrinsik: Mengidentifikasi dan mengevaluasi tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.
  3. Menganalisis Unsur Ekstrinsik: Memahami pengaruh latar belakang pengarang, kondisi sosial budaya, nilai-nilai sosial, serta situasi politik dan ekonomi.
  4. Menulis Resensi: Menyusun resensi dengan menyertakan sinopsis, analisis, dan penilaian terhadap karya fiksi.
  5. Menyampaikan Kritik dan Saran: Memberikan masukan yang membangun mengenai karya tersebut

Resensi Karya Fiksi: "Si Kancil dan Budaya"

Sinopsis

"Si Kancil dan Budaya" adalah cerita rakyat yang telah menjadi bagian dari tradisi lisan di berbagai daerah di Indonesia. Cerita ini mengisahkan tentang Kancil, seekor hewan cerdas dan licik, yang sering menggunakan kecerdikannya untuk mengatasi berbagai masalah dan tantangan yang dihadapinya di hutan. Dalam cerita ini, Kancil berusaha menyelamatkan teman-temannya dari bahaya dan mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi situasi sulit.

Analisis Unsur Intrinsik

  1. Tema

Tema utama dari cerita ini adalah kecerdikan dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan. Cerita ini juga mengangkat tema persahabatan dan pentingnya kerja sama.

2. Tokoh dan Penokohan

Tokoh utama adalah Kancil, yang digambarkan sebagai hewan yang cerdik dan cepat berpikir. Wataknya menunjukkan kepandaian dan kemampuan beradaptasi. Selain Kancil, terdapat tokoh lain seperti Harimau dan Gajah yang sering menjadi lawan atau rekan dalam petualangannya.

3. Latar (Setting)

Latar tempat utama adalah hutan yang luas dan kaya akan keanekaragaman hayati. Latar waktu cerita tidak disebutkan secara spesifik, tetapi menggambarkan suasana yang alami dan tradisional.

4. Alur (Plot)

Alur cerita mengikuti pola naratif yang sederhana, dimulai dengan Kancil menghadapi masalah, diikuti dengan upayanya untuk mengatasi tantangan tersebut, dan berakhir dengan penyelesaian yang memuaskan. Alur maju memudahkan pembaca mengikuti cerita dari awal hingga akhir

5. Sudut Pandang (Point of View)

Cerita ini diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga, yang memungkinkan pembaca untuk melihat kejadian dari perspektif yang luas dan tidak terbatas pada pemikiran satu tokoh saja.

Analisis Unsur Ekstrinsik

1. Nilai Moral

Nilai moral yang ditekankan dalam cerita ini adalah pentingnya kecerdikan dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, cerita ini mengajarkan bahwa kerja sama dan persahabatan dapat membantu mengatasi berbagai rintangan.

Penilaian

"Si Kancil dan Budaya" merupakan cerita yang menyenangkan dan mendidik, cocok untuk pembaca dari segala usia. Cerita ini tidak hanya menghibur tetapi juga menyampaikan pesan moral yang penting tentang kebijaksanaan dan kerja sama. Dengan karakter yang ikonik dan plot yang menarik, cerita ini tetap relevan dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.

Kritik dan Saran

Cerita ini dituturkan secara sederhana, yang bisa menjadi kelemahan bagi pembaca yang mencari kompleksitas alur dan karakter. Namun, kesederhanaan ini juga yang membuat cerita mudah dipahami dan dinikmati oleh anak-anak. Penggambaran latar dan suasana dapat lebih diperinci untuk menambah kedalaman cerita, sehingga pembaca dapat lebih merasakan nuansa dan budaya yang diangkat.



Contoh Resensi Karya Fiksi: "Laskar Pelangi" oleh Andrea Hirata

Sinopsis

"Laskar Pelangi" adalah novel karya Andrea Hirata yang bercerita tentang sekelompok anak di sebuah desa kecil di Belitung yang berjuang mendapatkan pendidikan di tengah keterbatasan. Cerita ini berpusat pada kehidupan sepuluh anak yang disebut "Laskar Pelangi" dan guru mereka, Bu Muslimah dan Pak Harfan, yang penuh dedikasi. Mereka berjuang melawan kemiskinan dan berbagai tantangan untuk menggapai impian mereka.

Analisis Unsur Intrinsik

  1. Tema
    • Tema utama dalam novel ini adalah semangat perjuangan dan pentingnya pendidikan. Novel ini juga mengangkat tema persahabatan dan keyakinan terhadap mimpi.
  2. Tokoh dan Penokohan
    • Tokoh utama termasuk Ikal, Lintang, dan Mahar, yang masing-masing memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri. Penokohan dilakukan dengan baik, menggambarkan kedalaman karakter dan perkembangan mereka seiring cerita.
  3. Alur (Plot)
    • Alur cerita disusun secara kronologis dengan beberapa kilas balik yang memperdalam latar belakang karakter. Alur maju ini memudahkan pembaca mengikuti perkembangan cerita dari awal hingga akhir.
  4. Latar (Setting)
    • Latar tempat di Belitung memberi nuansa lokal yang kuat, dengan deskripsi lingkungan yang hidup dan otentik. Latar waktu sekitar tahun 1970-an menambah konteks sosial dan budaya cerita.
  5. Sudut Pandang (Point of View)
    • Sudut pandang orang pertama digunakan, dengan Ikal sebagai narator, memberikan kedekatan emosional dan perspektif personal kepada pembaca.
  6. Gaya Bahasa
    • Gaya bahasa yang digunakan Andrea Hirata kaya akan metafora dan kiasan, dengan dialog yang alami dan deskripsi yang detail.
  7. Amanat
    • Amanat dari novel ini adalah pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan dan keterbelakangan, serta kekuatan mimpi dan persahabatan dalam menghadapi rintangan.

Analisis Unsur Ekstrinsik

  1. Latar Belakang Pengarang
    • Andrea Hirata sendiri berasal dari Belitung, dan pengalamannya memberikan kedalaman dan keaslian pada cerita.
  2. Kondisi Sosial Budaya
    • Novel ini menggambarkan kehidupan masyarakat Melayu di Belitung, dengan adat dan kebudayaan lokal yang menjadi bagian integral dari cerita.
  3. Nilai-nilai Sosial
    • Nilai kebersamaan, gotong royong, dan pentingnya pendidikan sangat kental dalam novel ini.
  4. Situasi Politik dan Ekonomi
    • Kondisi ekonomi di Belitung pada masa itu digambarkan dengan jelas, memperlihatkan kesenjangan sosial dan perjuangan masyarakat kecil untuk mendapatkan hak pendidikan.

Penilaian

"Laskar Pelangi" adalah sebuah karya yang memotivasi dan menginspirasi pembacanya. Andrea Hirata berhasil menangkap jiwa dan semangat anak-anak yang penuh harapan dan mengisahkannya dengan cara yang menyentuh. Novel ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa pesan yang mendalam tentang pentingnya pendidikan dan persahabatan. Dengan latar yang kaya dan karakter yang kuat, "Laskar Pelangi" layak mendapat tempat istimewa dalam dunia sastra Indonesia.

Kritik dan Saran: Meskipun novel ini sangat menginspirasi, beberapa bagian mungkin terasa lambat bagi pembaca yang menginginkan alur yang lebih cepat. Namun, detail-detail yang diberikan menambah kekayaan cerita dan sebaiknya tetap dipertahankan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi seni tari 8 2025 fix

Kisi seni tari 8 2025

Ujian praktik informatika kelas 9 2024/2025

Lembar Soal Ujian Praktik Informatika Tahun 2024/2025 A. Petunjuk Umum Ujian praktik dibagi sesuai dengan kelompok mata pelajaran Matematika (MTK). Data yang akan dibuat menjadi barcode adalah data dari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Link data dikumpulkan di Google Drive. B. Cara Pengerjaan Berikut adalah langkah-langkah untuk mengerjakan data IPA menjadi barcode: Mengakses Link Data: Buka Google Drive dan akses folder yang berisi link data mata pelajaran IPA sesuai kelompok Anda. Pastikan semua link yang diperlukan telah tersedia dan diverifikasi. Membuat Barcode: Gunakan aplikasi pembuatan barcode di situs berikut: me-qr.com/id, bisa juga lewat Canva dll Masukkan setiap link data IPA ke dalam aplikasi tersebut. Pilih jenis barcode yang diinginkan dan buat barcode untuk setiap link data. Uji coba barcode (jika berhasil di scan datanya, bearti bisa lanjut ditahap mencetak dan melaminasi) Mencetak dan Melaminasi: Cetak hasil barcode yang telah dibuat sesuai ukuran praktik M...

Aktivitas 2 Menjelajahi ragam budaya Indonesia melalui aktivitas Pop Up Book kreatif

  Tujuan Pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami dan mempresentasikan keberagaman budaya Indonesia melalui pembuatan pop-up book. Siswa akan bekerja dalam kelompok untuk mengeksplorasi berbagai aspek budaya dari daerah yang sudah ditentukan. Aktivitas 2: Penelitian dan Pengumpulan Materi Langkah-langkah Pembelajaran 1.       Pendahuluan (1 JP) o    Guru : Menjelaskan tujuan aktivitas 2 dan pentingnya menghargai keragaman budaya Indonesia. o    Siswa : Mendengarkan penjelasan dan bertanya jika ada hal yang belum dipahami. 2.       Kelompok dan Tugas (1 JP) o    Guru :   siswa yang sudah terbagi menjadi dua kelompok, guru memberikan tugas untuk mencari materi tentang budaya daerah pilihan yang sudah ditentukan   o    Siswa : Berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan pembagian tugas dan strategi penelitian. 3.       Penelitian...