Langsung ke konten utama

unsur seni teater


 

Unsur-Unsur Seni Teater

Seni Teater adalah karya seni yang melibatkan banyak orang dalam pementasannya, maka teater terdiri dari banyak unsur dan beberapa unsur memiliki unsur pembentuknya sendiri. Misalnya, salah satu unsur pembentuknya adalah pemeran, pemeran memiliki berbagai unsur-unsur pembentuknya juga seperti: gerak dan penghayatan.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa unsur Seni Teater yang penting untuk diketahui:

Unsur Internal Seni Teater

Unsur internal Seni teater adalah unsur yang membentuk pementasan dari dalam sebuah pertunjukannya sendiri. Dalam artian unsur-unsur ini hadir berkenaan langsung dengan apa yang dilihat oleh penonton di depan layar. Unsur internal tersebut terdiri dari:

Naskah/Lakon

Naskah adalah rangkaian peristiwa atau kisah yang dibawakan dalam suatu pertunjukan. Terdapat beberapa bentuk lakon, misalnya: tragedi, komedi, tragedi komedi, melodrama, dsb. Naskah atau Lakon terbentuk oleh beberapa unsur, yakni: alur, tema, tokoh, karakter, setting dan sudut pandang.

Pemeran/Pemain/Aktor

Pemeran adalah pelaku atau pemain yang berakting atau berbuat seolah-olah menjadi seseorang yang bukan dirinya untuk dapat berdialog memainkan naskah suatu pementasan. Pemeran atau Aktor terdiri dari unsur-unsur pembentuknya yaitu: tubuh, gerak, suara dan penghayatan.

Penjelasan lebih lengkap mengenai pemeran atau pemain, dapat dibaca pada tautan dibawah ini.

sutradara

Sutradara adalah koordinator suatu pementasan. Tugas utamanya adalah mengarahkan seluruh unsur internal lain pada pertunjukan. Sutradara mengarahkan bagaimana para Pemeran berakting, bisa juga ikut membedah naskah untuk mengembangkannya. Seorang sutradara adalah Man in charge yang menentukan bagaimana sebuah pertunjukan akan digelar.

Pentas / Panggung

Pentas merupakan tempat dimana sebuah pertunjukan akan digelar. Unsur ini berperan sebagai penunjang pembangunan suasana dan unsur lainnya dari suatu pementasan. Pentas terdiri dari unsur-unsur pembentuknya seperti: properti, tata lampu, dll.

Unsur Eksternal Seni Teater

Unsur eksternal seni teater adalah unsur atau elemen pembentuk yang berkenaan dengan berbagai kebutuhan Seni Teater di belakang layar. Beberapa unsur tersebut akan dibahas di bawah.

Staf Produksi

Merupakan tim atau individual yang menyiapkan personel atau petugas pertunjukan dan hal lain yang berkenaan dengan kebutuhan terwujudnya suatu pementasan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut termasuk mengurus anggaran biaya, program kerja, fasilitas, dsb.

Stage Manager

Adalah seseorang yang bertanggungjawab untuk mematsikan segala sesuatu yang berkaitan dengan panggung dapat berjalan dengan baik. Stage Manager membantu sutradara untuk memastikan Pentas/Panggung dapat menunjang pertunjukan.

Desainer

Desainer bertanggung jawab untuk mendukung aspek estetika visual yang berkenaan dengan kebutuhan suatu pementasan. Desainer merancang dan membuat properti, kostum, hingga ke tata rias para Pemeran.

Sutradara

Biasanya sutradara masih dimasukan dalam unsur ini. Kenapa? Karena sutradara bekerja melintasi kedua pembagian Unsur Teater. Sutradara juga harus menentukan siapa saja Pemeran atau Aktor yang akan bermain pada suatu pertunjukan.

Jenis-Jenis Seni Teater

Drama

Drama adalah bentuk Teater yang mengandalkan Dialog sebagai fokus utama dari pembawaan Lakonnya. Meskipun begitu Drama tetap menggunakan berbagai unsur pendukung lainnya seperti musik, kostum, pencahayaan, dsb. Drama juga terkadang dilengkapi oleh monolog dan teater gerak.

Drama Musikal

Drama musikal adalah seni teater yang mengedepankan iringan musik dan olah vokal dalam membawakan suatu lakon. Bahkan sebuah lagu dapat dijadikan penghantar suatu fragmen atau scene penting dalam suatu naskah.

Teater Gerak

Teater gerak adalah seni teater yang hanya menggunakan unsur Gerak pada pemainnya. Ya, pementasan ini tidak menggunakan Dialog atau Monolog sedikitpun, tidak ada unsur Suara disini. Pementasan hanya didukung oleh unsur gerak, tubuh dan penghayatan pemerannya saja. Pantomim adalah salah satu contoh dari Teater Gerak.

Drama Teatrikal

Drama teatrikal, atau Seni Teatrikal adalah suatu pertunjukan Teater yang menampilkan pementasan tanpa naskah yang harus menceritakan suatu kisah. Jenis Teater yang satu ini dapat bersifat sangat abstrak dan eksperimental untuk mengangkat ideologi Seni Murni.

Monolog

Monolog merupakan pertunjukan yang hanya menggunakan komunikasi satu arah(monolog) dari pemerannya. Pemain berbicara sendiri tanpa ada lawan bicara dan menyampaikan berbagai kisah atau gagasan yang ingin dibawakan pada pementasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisi seni tari 8 2025 fix

Kisi seni tari 8 2025

Ujian praktik informatika kelas 9 2024/2025

Lembar Soal Ujian Praktik Informatika Tahun 2024/2025 A. Petunjuk Umum Ujian praktik dibagi sesuai dengan kelompok mata pelajaran Matematika (MTK). Data yang akan dibuat menjadi barcode adalah data dari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Link data dikumpulkan di Google Drive. B. Cara Pengerjaan Berikut adalah langkah-langkah untuk mengerjakan data IPA menjadi barcode: Mengakses Link Data: Buka Google Drive dan akses folder yang berisi link data mata pelajaran IPA sesuai kelompok Anda. Pastikan semua link yang diperlukan telah tersedia dan diverifikasi. Membuat Barcode: Gunakan aplikasi pembuatan barcode di situs berikut: me-qr.com/id, bisa juga lewat Canva dll Masukkan setiap link data IPA ke dalam aplikasi tersebut. Pilih jenis barcode yang diinginkan dan buat barcode untuk setiap link data. Uji coba barcode (jika berhasil di scan datanya, bearti bisa lanjut ditahap mencetak dan melaminasi) Mencetak dan Melaminasi: Cetak hasil barcode yang telah dibuat sesuai ukuran praktik M...

Aktivitas 2 Menjelajahi ragam budaya Indonesia melalui aktivitas Pop Up Book kreatif

  Tujuan Pembelajaran Peserta didik diharapkan dapat memahami dan mempresentasikan keberagaman budaya Indonesia melalui pembuatan pop-up book. Siswa akan bekerja dalam kelompok untuk mengeksplorasi berbagai aspek budaya dari daerah yang sudah ditentukan. Aktivitas 2: Penelitian dan Pengumpulan Materi Langkah-langkah Pembelajaran 1.       Pendahuluan (1 JP) o    Guru : Menjelaskan tujuan aktivitas 2 dan pentingnya menghargai keragaman budaya Indonesia. o    Siswa : Mendengarkan penjelasan dan bertanya jika ada hal yang belum dipahami. 2.       Kelompok dan Tugas (1 JP) o    Guru :   siswa yang sudah terbagi menjadi dua kelompok, guru memberikan tugas untuk mencari materi tentang budaya daerah pilihan yang sudah ditentukan   o    Siswa : Berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan pembagian tugas dan strategi penelitian. 3.       Penelitian...