Teks eksplanasi kelas 9

 A. Menganalisis Teks Eksplanasi

 

Teks eksplanasi adalah jenis teks yang menjelaskan suatu fenomena atau peristiwa, baik fenomena alam, sosial, budaya, maupun teknologi dengan fokus pada "mengapa" dan "bagaimana" peristiwa tersebut terjadi. Teks eksplanasi menjelaskan sebab-akibat dari suatu peristiwa menggunakan bahasa formal dan logis. Kata penghubung seperti karena, sebab, dan akibatnya sering digunakan untuk menjelaskan hubungan antarpasos. Hal ini membantu pembaca memahami fenomena secara runtut dan mendalam. Teks eksplanasi menggunakan data dan fakta yang mendukung penjelasan, serta istilah-istilah sesuai topik yang dibahas.

 

Teks eksplanasi bertujuan menggambarkan atau menjelaskan satu atau lebih peristiwa yang melibatkan hubungan sebab-akibat (kausalitas) dan proses. Dalam teks eksplanasi, penulis menjelaskan kejadian sejelas mungkin sehingga pembaca dapat mengumpulkan informasi penting dari hal yang sedang dijelaskan. Teks eksplanasi memiliki ciri-ciri tertentu, adapun ciri-ciri teks eksplanasi sebagai berikut:

 

1. Menunjukkan proses terjadinya sesuatu atau terbentuknya fenomena alam atau sosial.

2. Adanya hubungan sebab-akibat dalam proses terjadinya sesuatu tersebut.

3. Informasi yang dimuat berdasarkan fakta.

4. Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.

 

Teks eksplanasi disusun dengan beberapa bagian, yaitu pernyataan umum, sebab-akibat, dan interpretasi. Simaklah uraian di bawah ini!

 

1. Pernyataan Umum

 

Pernyataan umum berisi penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas. Bagian ini bisa berupa pengenalan fenomena atau penjelasannya. Penulisan dari penjelasan umum ini harus menarik agar pembaca mau membaca teks eksplanasi tersebut hingga selesai.

 

Nilai Karakter Bangsa

 

Mengikuti semua peraturan yang berlaku termasuk tindakan disiplin. Oleh karena itu, taatilah tindakan dan peraturan umum mana pun berada supaya tercipta suasana yang nyaman dan tenang.

 

2. Sebab-Akibat

 

Sebab-akibat mendeskripsikan dan memerincikan penyebab dan akibat dari fenomena yang terjadi. Oleh karena itu, bagian inti dari karangan eksplanasi berisi serangkaian penggambaran mengenai peristiwa yang mengakibatkan suatu gejala terjadi. Penjelasan tersebut disusun secara kronologis berdasarkan urutan kejadian yang sebenarnya.

 

3. Interpretasi

 

Bagian akhir dari karangan eksplanasi merupakan ulasan dari serangkaian gagasan utama yang diusung. Di bagian ini penulis merangkai atau melakukan sintesis poin-poin utama yang menyebabkan gejala timbul. Dalam beberapa karangan eksplanasi, bagian ini juga berisi sudut pandang penulis dalam memandang gejala alam yang terjadi berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki dan disampaikan kepada pembaca.

 

Bacalah teks di bawah ini!

 

Puding yang Meraup Omzet hingga Miliaran Rupiah

 

Didirikan pertengahan tahun 2013, Puyo lahir dari buah pikiran dua saudara bernama Adrian dan Eugene. Adrian dan Eugene mendapatkan ide bisnis gerai puding ini dari Ayah mereka yang memiliki hobi masak. Saat ayah dari kedua saudara kandung tersebut membuat resep puding, tak disangka jika rasa dan teksturnya lembut di lidah. Baru dari resep ala-ala tersebut, Adrian dan Eugene terus bereksperimen dan berinovasi menyempurnakan resep buatan Ayah. Setelah melakukan banyak eksperimen dan inovasi, Adrian dan Eugene sukses menemukan resep puding yang menjadi dasar dari didirikannya brand makanan, Puyo Silky Dessert.

Mari Berlatih

 

Pendiri Puyo mampu mengubah keterbatasan menjadi kesempatan untuk berkembang. Pada awal didirikan, Puyo hanya melayani pembelian melalui akun Instagram. Namun, hal tersebut tidak membuat Puyo patah semangat dan berhenti berjalan. Melalui media sosial tersebut, Puyo mampu menggaet banyak konsumen yang mayoritas berasal dari kalangan anak muda. Saat bisnis dirasa mengalami hambatan, jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk berhenti. Sebaliknya, pebisnis harus bisa memutar otak untuk mencari solusi dan menyelesaikan setiap masalah yang muncul.

 

Memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menggaet pelanggan juga menjadi pelajaran yang wajib dimiliki oleh pebisnis masa kini. Bagaimana tidak, mayoritas masyarakat saat ini memiliki akses pada platform tersebut. Oleh karena itu, sosial media dapat menjadi jembatan penghubung antara bisnis yang sedang dirintis dan calon konsumen dalam jumlah besar.

 

Demi bisa memiliki partner bisnis yang banyak, Puyo tidak hanya menjalankan satu metode bisnis berupa pembukaan gerai. Brand tersebut juga tidak ragu untuk bekerja sama dengan restoran dan kafe ternama yang ingin menjadi reseller. Dengan begitu, Puyo tak hanya mampu memperluas jangkauan pasar, tetapi juga dapat meningkatkan penjualan produk pudingnya.

 

Kebanyakan orang yang akan terjun ke dunia bisnis sering kali dijegal dengan modal yang dirasa masih belum cukup. Padahal, berdasarkan kisah perjalanan Puyo menjadi bisnis yang sukses, modal bukanlah hal yang paling penting untuk dimiliki. Terbukti hanya dengan modal investasi 5 juta dari orang tua, ketekunan dan pola pikir kreatif yang dimiliki oleh pendirinya mampu membuat Puyo menjadi brand puding dengan omzet miliaran rupiah serta memiliki lebih dari 34 gerai di wilayah Jabodetabek.

 

Sumber: https://www.cermati.com/artikel/cerita-puding-puyo-dessert-meraup-omzet-hingga-miliaran-rupiah


Mencermati Teks Eksplanasi dalam Pidato

 

Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak atau wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak. Secara umum, pidato merupakan kegiatan berbicara di depan umum yang dilakukan untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran mengenai suatu hal. Dengan demikian, teks pidato adalah teks yang berisi gagasan, pendapat, dan pengetahuan terhadap suatu hal yang nantinya akan disampaikan di depan umum.

 

1. Pidato Informatif

 

Pidato informatif adalah jenis pidato yang paling banyak digunakan. Tujuannya adalah menyampaikan pengetahuan atau informasi penting kepada komunikan (pendengar). Informasi tersebut diberikan agar pendengar mengetahui dan dapat menerima isi yang disampaikan.

Jenis-Jenis Pidato dan Struktur Pidato

 

2. Pidato Argumentatif

 

Pidato argumentatif menyertakan dalil, argumentasi, data, atau alasan untuk menolak atau mendukung keyakinan, pendapat, atau opini tertentu. Untuk memperkuat daya terima argumen, diperlukan data faktual, statistik, bukti, atau kesaksian tokoh/pakar.

 

3. Pidato Rekreatif (Kekeluargaan)

 

Pidato ini menyuguhkan kegembiraan yang bisa dinikmati dengan rasa persaudaraan atau kekeluargaan. Pembicara harus mampu menciptakan suasana keramahtamahan, dengan tujuan membangkitkan suasana kekeluargaan.

 

4. Pidato Persuasif

 

Tujuan utamanya menarik perhatian, memengaruhi, dan membujuk pendengar untuk percaya serta bertindak sesuai tujuan pidato. Berisi ajakan agar pendengar menyetujui atau melakukan hal yang disampaikan.

 

 

 

Struktur Umum Pidato

 

Pidato umumnya terbagi menjadi 3 bagian yang saling berkaitan:

 

1. Pembukaan: Berisi salam pembuka, penghormatan, dan ucapan syukur kepada Tuhan.

2. Isi: Bagian inti; pembicara menyampaikan tujuan dan maksud pidato kepada pendengar.

3. Penutup: Menimbulkan simpati pendengar, berisi simpulan, permintaan maaf atas kesalahan, dan penutup yang menarik.

 

(Sumber: Materi Bahasa Indonesia Kelas IX)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal evaluasi tanjak melayu

"SINGKAWANG TANJAK MENJUNJUNG TUAH" kokurikuler kelas 9 27/2/2026